5 Alasan Kenapa Air Terjun Kakek Bodo Disukai Turis Asing

Pernah berkunjung ke kawasan Pasuruan, Jawa Timur, belum? Sekali-kali, coba deh kamu sambangi Air Terjun Kakek Bodo. Tempat wisata ini sangat melegenda dan sangat sering dikunjungi oleh turis asing. Tidak perlu repot-repot ke Malioboro untuk berkenalan dengan turis asing. Cukup ke air terjun ini saja. Ini alasannya kenapa sampai digandrungi turis asing.

  1. Lokasi Mudah Dijangkau

Untuk mencapai wisata air terjun ini, kamu hanya perlu menuju Gunung Welirang yang berada di kawasan Pegunungan Prigen, Jatim. Beruntung jika kamu berdomisili di Surabaya ataupun Malang. Soalnya, tempat wisata ini berada di antara kedua kota tersebut. Ketika kamu mencapai daerah bernama Tretes, berarti air terjunnya sudah sangat dekat.

Itulah kenapa turis asing suka sekali main ke wisata Pasuruan ini. Mereka tidak perlu repot-repot melintasi medan sulit dan cukup menyewa sarana transportasi setibanya di bandara. Baik di bandara Malang ataupun Surabaya. Hanya saja, ketika tiba di kawasan air terjun, kamu masih harus mendaki dan beristirahat di malam hari.

Di pintu masuknya, ada pembiakan rusa. Mungkin kamu mau jeprat-jepret di sana. Kalau sudah, saatnya berkenalan dengan 3 pintu masuk utama menuju air terjun. Masing-masing pintunya bisa diakses lewat Candi Jawi, Taman Safari II Prigen, dan tepat berada di belakang Hotel Surya.

  1. Lokasinya Dikeramatkan dan Legendaris

Air terjun ini tidak bisa dipisahkan dengan kisah Kakek Bodo. Alasan kenapa wisata Tretes ini dikeramatkan karena terdapat makam Kakek Bodo yang dulunya hidup di zaman Belanda. Ia memang terkenal sebagai kakek bodoh, tetapi sangat saleh dan jujur. Ketika ia hendak menyucikan diri, pergilah ke air terjun ini dan membuat tuannya merasa kehilangan.

Gambar dari IG @syamila_ramadhani

Berkat keteguhannya menyepi di air terjun, Kakek Bodo mendapat kesaktian. Ketika Kakek Bodo memilih hidup sendiri di dekat air terjun, tuannya datang dan membujuk untuk kembali. Akan tetapi si kakek tidak mau dan justru diberi umpatan sebagai Kakek Bodo. Sampai sekarang, para turis asing takjub dengan kekayaan sejarah dan pesona tempat ini.

  1. Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Agaknya, mengunjungi tempat wisata ini sudah menjadi semacam tradisi di kalangan turis asing. Maklum, nama air terjun ini sudah populer sebelum kemerdekaan atau tepatnya saat Belanda masih berkuasa. Mereka berkunjung karena merasa, bahwa tempat seasri ini diharapkan mampu membawa ingatan ke kampung halaman di Eropa sana.

  1. Fasilitas dan Panoramanya Amat Eksotis

Keadaan tempat wisata di Pasuruan ini memang masih terjaga dari sifat alaminya. Tidak heran banyak turis asing yang suka. Mungkin mereka sudah jemu dengan pemandangan yang hanya berisi gedung-gedung tinggi. Fasilitas di kawasan air terjun cukup lengkap. Ada tempat bermain anak-anak, warung kecil, penginapan berupa hotel & vila, serta shelter.

Gambar dari IG @kholifatur_

Pemandangan hijau yang segar dan khas tentu membuat siapa pun betah lama-lama di sana. Air terjunnya sendiri memiliki ketinggian curah kurang lebih 40 meter. Meski berada di kejauhan, percikannya begitu terasa. Terdapat pula deretan pohon pinus yang sudah berusia puluhan tahun.

  1. Cocok untuk Acara Tracking dan Berkemah

Tidak hanya orang Indonesia, turis asing pun suka berkemah dan mendaki gunung. Mereka sangat menikmati waktu malam sambil memandangi alam yang terbentang. Tempat yang sering digunakan untuk berkemah dinamakan Bumi Perkemahan Kakek Bodo. Untuk menuju ke sana, cukup dengan menyusuri sungai kecil yang dimulai dari sebelah kanan air terjun.

Gambar dari IG @rezkyarifiant_22

Video terkait air terjun Kakek Bodo

Nama Air Terjun Kakek Bodo cukup terkenal di kalangan turis asing serta wisatawan dalam negeri. Tempat wisata ini sangat cocok dikunjungi seorang diri maupun bersama rombongan. Kalau kamu berniat mau menginap atau berkemah di sana, amat disarankan untuk bawa jaket tebal. Soalnya ketika malam bertandang, dinginnya bukan main.

Kepoin Yang Ini  5 Destinasi Wisata Terbaru di Tuban dengan Pemandangan Alami

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.