Holiday di Manggarai Bagai Pulang ke Kampung Halaman

Holiday di Manggarai Bagai Pulang ke Kampung Halaman

Manggarai adalah sebuah kawasan yang terdiri dari tiga daerah yaitu Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Daerah ini merupakan destinasi favorit wisatawan dalam negeri sekaligus mancanegara. Banyak hal yang membuat Manggarai berkesan di hati wisatawan seperti dinginnya suhu udara, produk-produk hasil Manggarai yang ngehits hingga ke luar negeri seperti kopi Manggarai dan kain Songket. Tak hanya itu, Kabupaten Manggarai juga memiliki pesona lain berupa destinasi wisata yang sangat indah. Berikut ini objek wisata alam di Manggarai yang harus dikunjungi.

  • Rumah Adat Wae Rebo

Wisata Alam Rumah Adat Wae Rebo

@ayodolan

Sebuah desa kuno yang telah dihuni hingga 19 generasi ini tetap teguh memegang adat istiadat leluhurnya. Desa Wairebo terletak di ketinggian 1200 mdpl yang berada di Kabupaten Manggarai. Butuh waktu sekitar 3 jam perjalanan yang menanjak untuk tiba di desa ini. Ada tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang bernama niang mbaru. Atap rumah adat ini terbuat dari daun lontar dan arsitektur rumah adat tersebut masih asli Manggarai. Dahulu rumah adat ini selalu ada hampir di seluruh bagian Kabupaten Manggarai. Namun sejak tahun 1970, pemerintah menghimbau dan mewajibkan perpindahan masyarakat pegunungan ke dataran rendah. Secara perlahan masyarakat meninggalkan rumah adat Mbaru Niang yang dipengaruhi juga oleh warga yang berasal dari luar kabupaten.

  • Kampung Adat Todo

Wisata Alam Kampung Adat Todo

@haspeni

Ada lagi sebuah desa khas di Manggarai yaitu Kampung Todo. Kampung Todo bisa didatangi dari Ruteng dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam perjalan dengan berkendara. Sama halnya dengan Waerebo, kearifan lokal masyarakat di Kampung Todo juga masih terpelihara. Rumah adat kampung Todo merupakan pusat Kerajaan Todo yang merupakan kerajaan terbesar di Flores pada zaman dahulu. Bentuk rumah adat Todo dan Wae Rebo hampir sehingga menjadi bukti yang menguatkan bahwa penduduk Wae Rebo berasal dari Todo. Kampung Todo terletak di kecamatan Satarmese Barat. Para pengunjung yang datang ke tempat ini akan disambut oleh ketua adat dan diadakan upacara penyambutam tamu. Setelah upacara selesai, barulah para pengunjung boleh melihat-lihat rumah adat Todo.

  • Liang Bua

Wisata Alam Liang Bua

@kangmasreza

Liang Bua merupakan salah satu dari banyaknya gua karst yang berada di Pulau Flores yang telah dikenal oleh masyarakat dari dalam dan luar negeri. Gua karst ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng sehingga gua ini dinamakan Gua Liang Bua sesuai dengan nama desa di mana gua ini berada. Menurut istilah Manggarai, Liang Bua berarti “goa/ lubang sejuk”. Liang Bua tidak hanya didatangi oleh wisatawan mancanegara tetapi banyak juga peneliti dari berbagai negara yang tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang gua ini. Tempat ini diduga menjadi tempat penemuan makhluk yang mirip manusia (hominin) pada masa prasejarah yang dinamakan Homo Floresiensis atau manusia Flores pada tahun 2001. Tinggi badan manusia Flores tersebut sekitar 100 cm dan beratnya hanya 25 kg. Tengkorak manusia kerdil ini ditemukan seukuran buah jeruk dan diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu yang hidup bersama-sama dengan gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti komodo. Selain itu ditemukan juga artefak batu dan tulang-tulang binatang seperti stegodon (gajah purba), komodo, kura-kura, biawak, dan sebagainya yang berumur antara 95.000 hingga 12.000 tahun yang lalu.

Kepoin Yang Ini  Maluku Utara Sangat Pantas Mengutarakan Rasa

Goa Liang Bua diperkirakan mulai terbentuk sekitar 190.000 tahun yang lalu. Pengetahuan tersebut berasal dari uji laboratorium terhadap sampel sedimen di pojok selatan goa yang terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan hingga menembus gundukan bukit. Bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi setelah mengalami proses dalam waktu lama. Gua Liang Bua terlihat sangat unik karena terdapat staklatit cantik yang menjuntai dari langit-langit gua. Berkat penemuan tersebut, gua ini semakin mendunia. Tidak hanya sebagai tempat wisata tetapi juga sebagai tempat penelitian berskala internasional. Gua Liang Bua dijadikan tempat penelitian sejak tahun 1960-an. Akses menuju ke kawasan ini yaitu dari kota Kupang  maka naiklah pesawat perintis dengan waktu tempuh satu setengah jam ke kota Ende di Pulau Flores. Dari Ende, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan angkutan umum berupa minibus selama empat jam. Kemudian dari Ruteng, perjalanan dilanjutkan ke Rampasasa yang berjarak 13 km dengan angkutan umum. Tak lama kemudian Anda akan tiba di lokasi ini. Jika ingin mengeksplorasi Manggarai, sebaiknya menyewa mobil sehingga bisa berkeliling ke berbagai tempat wisata dengan puas tanpa harus menunggu lama.

  • Sawah Lodok

Wisata Alam Sawah Lodok

@siprisip

Sawah Lodok adalah nama asli dari Crop Circle yang terkenal. Ini adalah kawasan persawahan yang berbentuk jaring laba-laba sehingga dikenal dengan nama Crop Circle itu. Jaring laba-laba ini terbentuk karena sistem pembagian lahan persawahan di area ini berbentuk lodok. Persawahan lodok di Manggarai ini karena keunikannya sehingga masuk kategori persawahan unik di Asia Pasifik. Mungkin yang terlintas dalam imajinasi atau benak Anda saat mendengar kata ‘Crop Circle’ adalah sesuatu yang berbau mistis atau bernilai religi. Imajinasi Anda salah, ternyata crop circle adalah sawah berbentuk sengkedan yang melingkar-lingkar bukan buatan alien tetapi hasil buatan manusia. Crop Circle ini terletak di Kecamatan Cancar sehingga banyak juga yang mengenalnya ‘Sawah Cancar’. Untuk melihat bentuk sawah secara utuh dan menyeluruh, Anda harus mendaki sampai ke Puncak Weoul. Jangan khawatir, puncak tersebut hanya berupa bukit kecil yang tidak tinggi, sudah tersedia jalan yang bertangga-tangga sehingga mudah saja untuk menuju puncak bukit tersebut. Pulau Flores merupakan daerah dengan kondisi georfasi yang berbukit-bukit. Sepanjang jalan menuju area ini dihiasi indahnya gunung dan sawah yang masih asri. Benar-benar alam yang menghijau dan tidak akan membuat siapapun yang datang menyesal.

  • Pulau Mules

Wisata Alam Pulau Mules

@aliftriadit

Pulau Mules menyerupai seorang putri yang tidur telentang di atas laut beralaskan rerimbunan hijau yang berada di sekitarnya jika dilihat dari kejauhan. Warga sekitar juga sering menyebut pulau ini dengan nama Pulau Putri Tidur. Pulau Mules ini terletak di Desa Dintor, Kecamatan Satarmese Barat. Jika ingin mengunjungi Pulau Mules dari Desa Dintor maka harus menyewa perahu motor yang juga bisa dipakai untuk berkeliling. Jika tidak bersama rombongan maka sewa perahu motor akan sangat mahal sehingga sebaiknya Anda naik kapal penumpang dengan membayar sekitar 25.000 saja. Namun harga tersebut bisa berubah ya sewaktu-waktu, setidaknya tetap lebih murah daripada sewa perahu biasa.

Kepoin Yang Ini  Wisata Alam di Lembata Tak Ada Duanya

Sudah puas belum membaca artikel ini? Jika belum maka Anda memang harus datang langsung ke Flores untuk membuktikan kebenaran yang diceritakan. Kalau sudah melihat dengan mata sendiri barulah bisa percaya. Dijamin keindahan yang nyata ada di Flores aslinya jauh lebih indah sehingga Anda tidak akan menyesal sudah menghabiskan banyak uang untuk datang ke pulau ini. Have a nice holiday!

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.