Keelokan di Ujung Barat Indonesia yang Tak Bisa Dilupakan

Provinsi paling ujung barat Indonesia adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Lalu pulau paling ujung barat Indonesia adalah Pulau Weh dengan ibukota yang menjadi pusatnya bernama Sabang. Anda pasti sering mendengar tentang “Dari Sabang Sampai Merauke” maka artikel ini akan membahas lebih dalam tentang keindahan Pulau Weh yang tentunya Sabang ada di dalamnya. Untuk menuju Pulau Weh maka Anda harus menyeberang kapal ferry kelas ekonomi dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh dengan membeli tiket seharga Rp 25.000 saja.

Tempat Wisata di Aceh yang Wajib Dikunjungi

Jadwal kapal ferry untuk menyeberang ke Pulau Weh yakni pukul 08.00, 11.00, dan 16.00 setiap hari dengan waktu perjalanan selama 2 jam. Namun jika ingin lebih cepat maka pilihlah kapal cepat dengan harga tiket Rp 85.000 dengan waktu perjalanan hanya 45 menit. Jadwal penyeberangan untuk kapal cepat hanya 2 kali yaitu pada pukul 08.00 dan 14.30 setiap hari. Lokasi wisata di Pulau Weh akan dibahas berikut ini.

  • Pantai Iboih

Wisata Pantai Iboih Nagroe Aceh Darussalam

@ayodolan

Pantai yang paling terkenal adalah Pantai Iboih yang dilafalkan “Iboh” oleh warga lokal. Nama asli pantai ini adalah Teupin Layeu. Perjalanan menuju pantai ini dari Pelabuhan Balohan sekitar 1 jam dengan mobil rental. Tidak ada angkutan umum di pulau ini sehingga Anda harus rental mobil atau motor supaya mudah untuk bepergian. Untuk menginap sangat disarankan di area dekat pantai ini karena terdapat banyak penginapan yang cukup murah dengan kafe-kafe untuk sekedar nongkrong bersama teman atau keluarga. Rasanya belum lengkap kalau ke Pulau Weh tidak singgah ke pantai ini untuk menikmati deburan ombak, bermain pasir, atau duduk santai. Jika ingin eksplorasi dalam laut maka Anda bisa snorkeling atau diving di Pulau Rubiah yang bisa diseberangi melalui pantai ini.

wisata pantai iboih sabang

@liburanhemat.id

pantai iboih surga tersembunyi

@nazarrivolsa

Tersedia kapal kayu untuk menyeberang ke Pulau Rubiah atau sekedar berkeliling Pantai Iboih.  Hanya dengan menyewa kapal kayu dengan harga Rp 100.000 yang bisa dinaiki oleh 4 hingga 5 orang maka Anda sudah bisa berkelana dengan kapal sambil menikmati pemandangan laut dan bukit-bukit di sekitar pantai. Laut di sekitar pantai ini cukup tenang dan cenderung tidak berombak sehingga sangat aman untuk bermain bersama anak-anak di pinggir pantai. Laut yang tenang dan teduh karena banyak pepohonan di pinggir pantai membuat pantai ini sangat asik untuk dinikmati.

Terumbu Karang Pantai Iboih Sabang

@jordygb

Pantai ini berbentuk melengkung seperti bibir manusia seolah tersenyum untuk menyambut para pengunjung. Keragaman flora dan fauna yang eksotis dari hutan hujan tropis di kawasan ini menambah pesona Pulau Weh. Jika ingin snorkeling atau diving tidak usah khawatir karena tersedia tempat penyewaan alat snorkeling dan diving beserta pemandunya. Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena sewa alat dan guide tidak mahal yakni sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per orang.

  • Danau Aneuk Laot dan Menara I Love Sabang

Wisata di Danau Aneuk Laot

@gayatravel

Danau yang menjadi sumber penghidupan masyarakat karena menyediakan air tawar yang melimpah di Pulau Weh. Sesuai dengan namanya yaitu “Aneuk Laot” atau Anak Laut sehingga danau ini sangat luas seperti laut. Para pengunjung bisa bebas mengabadikan momen dari sudut mana pun. Sudut yang paling istimewa untuk memotret danau ini yaitu dari atas Menara Pusat Sabang. Di menara pusat ini terdapat taman mungil dengan tulisan “I Love Sabang” yang tentunya tidak boleh dilewatkan untuk berfoto di tulisan itu. Trip zaman now memang harus berfoto entah selfie atau wefie di dekat tulisan suatu tempat yang menandakan bahwa kita sudah pernah ke sana. Air danau ini sangat biru benar-benar seperti laut dalam.

Menara I Love Sabang

@khairul_akfar

Panorama pulau-pulau kecil di sekeliling danau ini membuatnya semakin indah dan memesona. Sekilas pemandangan Danau Aneuk Laot mirip dengan Danau Toba yang tersohor. Area danau Ini sangat mudah ditemukan karena terletak di dekat pusat kota Sabang. Danau ini menjadi salah satu ikon Pulau Weh. Udara di sekitar danau sangat sejuk dan asri sehingga membuat banyak orang betah berlama-lama di sini. Masyarakat setempat mendatangi danau ini pada waktu terbaiknya yaitu siang mendekati sore sekitar pukul 3 hingga matahari tenggelam. Danau ini memang spot terbaik untuk melihat momen matahari tenggelam di Pulau Weh ujung paling barat Indonesia.

Kepoin Yang Ini  Wisata Alam yang Hakiki di Aceh

Danau ini memiliki cerita legenda yang berhubungan dengan namanya yaitu Aneuk Laot. Konon dahulu danau ini terbentuk berawal dari keinginan seorang putri cantik yang ingin bercocok tanam di tanah pulau ini. Lalu ia membuang semua perhiasannya untuk membuktikan keseriusannya kepada Sang Pencipta. Tak lama kemudian turunlah hujan dan terjadi gempa bumi sehingga terbentuk cekungan yang menjadi danau. Danau ini luasnya hampir 30 hektar ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Masyarakat percaya dengan legenda tersebut karena beberapa tetua di desa ini mengungkapkan bahwa mereka sering melihat sosok putri yang mandi di danau dengan dikawal oleh seekor burung api sehingga sering muncul pelangi pada saat matahari terbit.

  • Tugu Nol Kilometer Indonesia

kawasan wisata tugu nol km

@pikniknusantara

Sabang sebagai kota paling barat di Indonesia memiliki tempat yang ikonik yaitu Tugu Nol Kilometer Indonesia. Jangan mengaku pernah ke Pulau Weh kalau tidak mengunjungi tempat ini. Tugu dengan tulisan berwarna merah putih ini sangat menarik perhatian. Namun tidak hanya tugu itu yang fenomenal, area di sekitar tugu juga wajib dieksplor karena ada tempat dengan pemandangan indah yang menjadi spot wajib untuk berfoto. Hanya perlu menuruni anak-anak tangga maka Anda akan sampai di sebuah spot dengan pemandangan laut yang indah berlatar belakang bukit. Berfoto di sekitar anak-anak tangga juga bagus karena tertata apik.

Kepoin Yang Ini  Provinsi Ujung Barat yang Harus Dilirik

Waktu terbaik ke tempat ini adalah pagi hari karena belum ramai pengunjung sehingga Anda bisa leluasa berfoto dengan tulisan “Kilometer 0 Indonesia”. Jika sudah siang maka banyak orang berdatangan dan berebut untuk berfoto di tulisan itu sehingga tidak heran kalau Anda berfoto akan bocor karena ada orang lain di foto Anda. Jika lapar dan haus tidak usah khawatir karena terdapat beberapa warung kecil yang menjual makanan dan minuman ringan. Sebagai bagian dari Nanggroe Aceh Darussalam yang merupakan serambi Mekah maka tidak usah khawatir mengenai kewajiban shalat karena ada mushola yang cukup besar di sana.

Anda pasti sudah tidak sabar untuk berkunjung ke Pulau Weh. Sangat disarankan untuk berkunjung pada musim kemarau karena cuaca sangat mendukung untuk snorkeling atau diving. Pada musim kemarau biasanya kondisi langit juga sangat cerah sehingga sangat mendukung untuk mendapatkan foto terbaik.  Jika berada di Aceh, jangan lupa untuk makan makanan khasnya berupa kari yang lezat. Bagi pecinta kopi maka tidak boleh melewatkan untuk mencicipi kopi gayo yang khas dan jadikan juga sebagai oleh-oleh. Selamat berwisata!

 

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.