Larantuka, Tak Akan Ada yang Berduka Saat Mengunjunginya

Larantuka, Tak Akan Ada yang Berduka Saat Mengunjunginya

Nusa Tenggara Timur sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia dan internasional karena memiliki destinasi wisata yang sangat indah. Siapapun yang datang pasti akan berdecak kagum karena keindahan serpihan surga ini. Pernah mendengar nama Larantuka? Mungkin masih banyak orang yang bingung sebenarnya apa itu Larantuka. Larantuka adalah sebuah ibukota kabupaten Flores Timur dengan jumlah penduduk sekitar 30.000 jiwa. Posisinya di ujung timur Pulau Flores tentunya menyuguhkan kedamaian dan kesunyian yang banyak dicari oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Selain kekayaan alam yang masih lestari, Larantuka juga masih menjaga adat istiadat dan budaya tradisional secara turun temurun. Larantuka terkenal dengan wisata religi bagi umat Nasrani sehingga sering diadakan acara keagamaan di sana. Kawasan Timur Indonesia ini identik dengan pantai yang sangat indah. Kejernihan air laut yang berwarna kehijauan atau bergradasi biru dan hijau menjadi daya tarik yang memikat banyak orang. Keindahan alam bawah laut di wilayah ini juga tak kalah mempesona, siapapun penasaran untuk menyelami keindahannya. Kegiatan seru seperti snorkeling menjadi aktivitas yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa objek wisata alam di Larantuka.

  • Danau Asmara 

Wisata Alam Danau Asmara 

@gabriell_thesilva

Sesuai dengan namanya, danau ini tidak hanya dijadikan sebagai lokasi wisata tetapi danau ini juga cocok untuk menjadi lokasi pre wedding, lamaran, atau untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta. Danau ini terbentuk akibat letusan Gunung Sodoberawao Kobanara pada Tahun 400-500 SM. Air danau yang biru dan pepohonan yang rimbun menjadi suguhan yang sangat indah. Danau ini juga memiliki kisah legenda yang dipercaya masyarakat setempat hingga saat ini. Nama asli danau ini adalah Waibelen yang memiliki arti yaitu air luas. Namun akhirnya berganti nama menjadi Danau Asmara. Konon dahulu terjadi sebuah tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh sepasang kekasih. Menurut mitos, pasangan tersebut berubah menjadi buaya putih yang mendiami danau. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, mereka akan menunjukkan diri kalau dipanggil dengan ritual upacara adat. Bentuk danau ini nyaris benar-benar bulat dengan diameter sekitar 1 km. Danau ini terletak di Kecamatan Tanjung Bunga yang termasuk wilayah Desa Riangkeroko dan Waibao. Berjarak sekitar 45 km dari kota Larantuka yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Desa di sekitar danau ini belum dialiri listrik sehingga Anda sebaiknya datang pada pagi hari menjelang siang dan pergi sebelum sore.

  • Pantai Weri

Wisata Alam Pantai Weri

@intri_bernadetta

Pantai berpasir kekuningan dengan air laut yang bening pasti membuat siapapun yang datang menjadi gembira. Semua masalah yang menyebabkan stress dan galau akan hilang seketika karena tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat pelarian. Lokasi pantai ini tidak jauh dari pusat kota Larantuka. Hebatnya, kebersihan pantai Weri masih terjaga warga setempat memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaganya. Tidak ada kafe atau restoran di sini karena pantai ini benar-benar berada di tempat sunyi yang jauh dari hingar bingar kota besar pada umumnya. Ketenangan dan kesunyian adalah suguhan yang pasti tersedia jika berkunjung ke pantai ini. Waktu terbaik untuk mengunjungi pantai Weri adalah pada pagi hari sebelum matahari terbit. Anda akan menyaksikan pergantian warna-warna langit dari gelap, orange, hingga biru muda saat pagi tiba. Benar-benar keindahan yang tak akan bisa ditukar dengan apapun.

  •  Pantai Kaliwuru

Pantai ini berada di desa Kawaliwu sekitar 20 km dari pusat kota. Kaliwuru memiliki pasir berwarna hitam yang khas dan bebatuan besar di sepanjang bibir pantai. Anda juga bisa menikmati segarnya pemandian air panas alami di kawasan pantai ini. Jika Pantai Weri adalah juara saat sunrise, maka Pantai Kaliwuru menjadi pelengkapnya yaitu juara saat sunset. Datanglah ke tempat ini pada sore hari sehingga Anda akan mendapatkan momen terbaik atau Golden Time. Tak usah ragu lagi karena tidak hanya keindahan alam yang akan tersaji, warga setempat yang sangat bersahabat pasti akan membuat siapapun tak ingin beranjak dari pantai ini.

  •  Pantai Rako dan Oa

Wisata Alam Pantai Rako

@desydoren

Dua pantai yang letaknya berdekatan dengan karakter yang serupa adalah Pantai Rako dan Pantai Oa. Berpasir putih yang membentang luas dan berombak tenang menjadi ciri khas dari pantai ini. Belum terjamah oleh banyak orang menjadikan kedua pantai ini sangat bersih dan berasa pantai pribadi. Ciri khas dari Flores adalah masyarakatnya yang sangat ramah dan bersahabat, sama halnya dengan Larantuka, di sana semua masyarakat welcome kepada para pendatang. Namun ada kendala untuk mencapai pantai ini yaitu akses jalannya masih buruk. Hanya truk yang berfungsi seperti bus yang bisa melintasi jalanan di sana. Truk-truk tersebut memang menjadi angkutan untuk manusia. Jika ingin datang ke pantai ini maka Anda harus menempuh jarak hampir 100 km dari Maumere untuk sampai di Desa Boru. Jika sudah sampai di Desa Boru maka lanjutkan perjalanan menuju Desa Oa di mana kedua pantai ini berada. Anda akan merasakan petualangan yang sesungguhnya jika datang ke pantai-pantai di Larantuka ini.

  • Pantai Neren Watotena

Wisata Alam Pantai Neren Watotena

@dewi_qee

Pantai ini berjarak sekitar 3 km dengan perahu motor dari Larantuka. Pasir putih dan batu magma menjadi keunikan pantai ini. Batu magma yang bergumpal memiliki bentuk yang beraneka ragam yang menjadi hiasan unik di bibir pantai ini. Bebatuan magma itu melengkung dan condong ke laut dan pondokan yang berpayung di tepi pantai semakin menambah kesan eksotis pantai ini. Gunung Ile Boleng di bagian utara pantai ini membuat pemandangan semakin memesona. Tak hanya itu, pasir pantai ini ternyata unik karena warna putihnya mengkilap saat terkena sinar matahari.

  • Gunung Ile Boleng

Wisata Alam Gunung Ile Boleng

@zulkifli_gr

Gunung ini telah menjadi favorit para wisatawan yang hobi mendaki gunung. Terletak di pulau yang terpisah dari Flores yaitu Pulau Adonara, membuat gunung ini memiliki daya tarik yang memikat. Jika ingin menuju Pulau Adonara maka berangkatlah dari Larantuka dengan naik perahu motor ke Waiwerang dengan biaya per orang sekitar Rp 25.000 yang bisa berubah-ubah seiring perkembangan zaman. Jika ingin mendaki gunung ini maka harus didampingi oleh warga setempat yang telah hafal rute pendakian karena ada beberapa rute. Jika ditemani dengan orang yang handal maka pendakian akan terasa mudah dan tidak akan tersesat.

Kepoin Yang Ini  Wisata Manis di Daerah Hitam Manis

Suguhan keindahan alam Larantuka tidak boleh disia-siakan jika Anda berkesempatan untuk datang ke Flores. Rencanakan untuk berlibur ke Flores dengan matang karena butuh dana yang tidak sedikit untuk datang ke Larantuka yang memang terletak di ujung timur Flores. Keramahan masyarakat setempat pasti akan membekas di hati Anda. Cerita perjalanan akan terus terbawa sepanjang usia Anda sehingga bisa diceritakan kepada anak cucu kelak. Buatlah momen perjalanan terbaik yang indah untuk dikenang.

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.