Magelang, Si Mungil yang Berdaya Magnet Wisata

Magelang, Si Mungil yang Berdaya Magnet Wisata

Magelang, kota nan mungil yang sering disamakan dengan Yogyakarta seperti kota Batu dengan Malang ini ternyata memiliki banyak objek wisata alam yang menarik. Bagaikan magnet yang punya daya tarik, pesona Magelang membuat banyak wisatawan domestik dan internasional datang ke daerah ini. Ciri khas kenampakan alam di Magelang adalah gunung dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Berikut ini beberapa objek wisata unggulan Magelang yang harus didatangi.

  • Gunung Telomoyo

Wisata Alam Gunung Telomoyo

@ayodolan

Gunung yang tingginya  1.894 mdpl ini berbeda dengan gunung-gunung lainnya yang harus lelah mendaki untuk sampai di puncak. Tidak demikian dengan gunung ini karena puncaknya bisa dicapai dengan motor karena jalan menuju puncak sudah beraspal. Untuk sampai di lokasi sebaiknya pergilah menuju Desa Dalangan yang merupakan pintu masuk menuju puncak. Desa Dalangan bisa didatangi dari Salatiga atau Magelang dengan mudah. Dari Salatiga justru lebih dekat, di pertigaan mini pom Salaran – Wates belok kanan seperti rute Air Terjun Kali Pancur. Setelah tiba di Desa Dalangan hanya jalan terus mengikuti jalan utama hingga pertigaan Desa Dalangan. Dari Magelang lebih mudah dengan belok kiri arah jalan masuk desa  sampai ada petunjuk di pinggir jalan Salatiga-Magelang yang mengarahkan ke Desa Dalangan ini. Jika ada orang yang menunggu di loket masuk maka harus bayar Rp 2.000 per orang. Namun kalau masih pagi bukan hari libur biasanya tidak ada yang menjaga loket sehingga masuknya gratis. 

  • Gunung Andong

Wisata Alam Gunung Andong

@nusantaraoutdoor

Gunung Andong merupakan jenis gunung perisai yang kokoh berdiri di Magelang. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota sehingga gunung dengan ketinggian sekitar 1.726 m ini ramai didatangi pengunjung. Perjalanan menuju Andong dari Jogja butuh waktu sekitar 2 jam dengan melapor ke Basecamp Sawit terlebih dahulu sebelum mendaki sampai puncak. Gunung ini tidak terlalu tinggi sehingga hanya butuh waktu 2 hingga 3 jam untuk tiba di puncaknya. Di puncak gunung ini Anda akan melihat pemandangan yang sangat memukau terutama saat hari sedang cerah. Gunung Andong dikelilingi oleh gunung-gunung megah seperti Gunung Sindoro, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Di puncak akan terlihat pemandangan hampir seluruh kota Magelang. Untuk mendaki gunung ini hanya perlu bayar sebesar Rp 3.000 per orang atau mungkin sekarang sudah naik menjadi Rp 5.000 saja per orang. Jika membawa kendaraan pribadi bisa diparkir dan dititipkan ke warga di area sekitar. Rute gunung ini terlihat jelas sehingga para pendaki tidak akan mendapat kesulitan yang berarti.

Jalur pendakian berubah-ubah seiring jalan menanjak. Pada awalnya berupa jalan setapak, lalu akan bertemu dengan medan tanah liat, rerumputan sampai bebatuan yang cukup tertata. Kemiringan jalur gunung ini juga tidak ekstrem atau terjal. Selama pendakian, mata akan dimanjakan dengan sajian pemandangan ladang sayur, pohon-pohon bambu sampai hutan pinus yang bisa dijadikan tempat istirahat kalau lelah berjalan. Angin sepoi-sepoi yang bertiup saat perjalanan dan suara burung yang berkicau merdu akan menemani perjalanan menuju puncak Andong. Jadi mendaki ke gunung ini tidak akan terasa lelah sama sekali apalagi saat sudah ada di puncak melihat matahari terbit. Semua lelah akan terbayar lunas.

  • Air Terjun Sekar Langit

Wisata Air Terjun Sekar Langit

@rickirizmunadi

Nama Sekar Langit berarti Bunga Langit karena aliran air terjun ini seolah turun dari langit. Padahal airnya berasal dari puncak Gunung Telomoyo yang terletak di Desa Telogorejo, perbatasan Magelang dan Salatiga. Air terjun ini memiliki tinggi 30 meter yang airnya mengalir ke Sungai Elo dan bermuara di laut selatan jawa. Untuk menuju air terjun ini bisa naik motor atau mobil karena kondisi jalan sudah beraspal namun turunannya curam. Untuk menuju lokasi ini bisa dari Salatiga menuju Desa Getasan sebelum Kopeng lalu belok ke kanan sampai tiba di pintu gerbang air terjun. Rute lainnya dari Magelang melewati daerah Grabag dengan jalur menyusuri perbukitan selama 15 menit hingga sampai di pintu gerbang yang berada di Dusun Dalangan. Dari pintu gerbang jaraknya sekitar 500 meter berupa jalan setapak yang menanjak di area hutan pinus. Jika membawa kendaraan harus parkir di area yang telah disediakan sebelum menyusuri hutan pinus. Tidak perlu membayar tiket masuk, hanya bayar parkir jika membawa kendaraan. Untuk motor Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000 tanpa hitungan jam. 

  • Bukit Punthuk Setumbu 

Wisata Alam Bukit Punthuk Setumbu 

@n.yudhistiro

Spot terbaik untuk menikmati momen matahari terbit dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu adalah Bukit Punthuk Setumbu. Candi Borobudur  juga akan terlihat dalam balutan kabut dan awan yang tebal. Eksotisme pemandangan matahari terbit pasti akan membuat siapapun terpukau saat melihatnya. Bagi pecinta fotografer pasti akan suka karena hasil jepretan kamera akan sangat memuaskan. Bukit setinggi 400 meter di atas permukaan laut ini berada di area Pegunungan Menoreh. Dahulu bukit ini hanya ladang penduduk, namun setelah seorang fotografer menyebarluaskan hasil fotonya berupa sunrise borobudur yang epik ke media sosial maka dalam waktu singkat area ini menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi. Terlebih lagi setelah film Ada Apa Dengan Cinta 2 tayang di bioskop, banyak orang yang jatuh cinta dengan pemandangan bukit ini walau belum melihat secara langsung.

Jika ingin melihat dan mengabadikan keindahan Borobudur saat matahari terbit maka harus tiba di lokasi sebelum pukul 05.00 WIB. Hanya butuh trekking sekitar 15 menit dari tempat parkir untuk mencapai puncaknya. Rute bukit ini berupa jalan makadam dan tanah. Tersedia rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu untuk bersantai sambil menunggu matahari terbit, jika tidak kuat jalan menanjak juga bisa melihat matahari terbit dari area itu. Waktu terbaik untuk datang ke tempat ini tentunya pada musim kemarau yakni dari Juni hingga Agustus sehingga matahari bisa terlihat jelas tanpa diselimuti awan mendung. Selain itu jalan yang tidak becek tentu lebih menyenangkan karena tidak menyusahkan.

Bukit ini memang lokasinya tidak jauh dari Candi Borobudur tepatnya di Dusun Kerahan, Desa Karangrejog. Butuh waktu sekitar 1 jam dari Yogyakarta dengan kendaraan pribadi atau sewaan. Retribusi yang harus dibayar sebelum masuk sebesar Rp 15.000 saja per orang. Bukit ini tidak sulit untuk diraih sebab petunjuk arah menuju lokasi sudah terpampang nyata. Dari depan Taman Wisata Candi Borobudur, Anda bisa melaju menuju Hotel Manohara, kemudian ambil lurus terus ke arah perbukitan Menoreh. Ada pertigaan dan petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise tak jauh dari area perbukitan. Ambil rute belok ke kanan sambil mengikuti petunjuk arah hingga tiba di tempat parkir Bukit Punthuk Setumbu.

Keindahan kota Magelang ini tidak perlu diragukan lagi. Banyak orang saat ini lebih memilih Magelang daripada Yogyakarta. Kalau Anda lebih pilih yang mana?

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.