Serba Serbi Investasi Jangka Pendek

Selamat datang di tulisan terbaru dari blog kami. Di tulisan kali ini kami akan membahas tentang investasi jangka pendek.

Investasi adalah akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Ada 2 jenis investasi, yaitu investasi jangka panjang dan jangka pendek. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan dari kelebihan dana yang sifatnya sementara yang dimiliki oleh perusahaan untuk dimiliki selama dua belas tahun atau kurang.

3 Jenis Investasi Jangka Pendek

Apa saja jenis dari investasi ini, yuk kita bahas di bawah:

  1. Reksadana. Investasi jangka pendek berikut ini terbagi menjadi 2 jenis, antara lain:
  • Reksadana pasar uang, dana yang terkumpul akan diinvestasikan pada instrumen pasar uang seperti surat berharga, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sertifikat deposito.
  • Reksadana pendapatan tetap, dana yang terkumpul akan diinvestasikan sebanyak 80 persen pada instrumen surat berharga berbasis utang atau obligasi yang merupakan bagian dari instrumen pasar obligasi
  1. P2P Lending. Investasi ini adalah platform yang mempertemukan antara pemodal dengan orang lain yang membutuhkan modal. Investasi jenis ini adalah perkembangan dari fintech yang semakin maju. P2P mirip marketplace yang menawarkan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan modal di luar bank. Pinjaman yang diberikan dalam investasi ini bukan untuk keperluan pribadi, tapi lebih dipergunakan untuk pengembangan usaha para pebisnis kecil. Jadi apabila anda menjadi investor di P2P lending, sangat membantu perkebangan usaha para UMKM dan pengusaha kecil. Namu jenis investasi ini resikonya lebih tinggi daripada 2 reksadana di atas.
  2. Obligasi. Adalah investasi berbentuk surat utang. Ini adalah bentuk investasi jangka pendek yang paling aman, terutama obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk obligasi dari pemerintah, temponya biasa 2 sampai 3 tahun, dengan kupon yang besar bunganya disesuaikan dengan besar bunga deposito dari BI.

Sifat Investasi Jangka Pendek

Beberapa sifat dari investasi jangka pendek antara lain:

  • Investasi ini mudah dicairkan dan diperjualbelikan.
  • Bersifat rendah resiko, sebab pembelian surat-surat berharga yang beresiko lebih besar oleh fluktuasi harga pasar surat berharga tidak berlaku dalam Investasi Jangka Pendek.

Sarana Investasi Jangka Pendek

Berikut beberapa sarana investasi jangka pendek:

  1. Jasa giro. Produk perbankan ini menghadirkan bunga yang beriksar antara 3 sampai 4 persen. Sering digunakan oleh perusahaan untuk mempermudah pembayaran.
  2. Investasi tabungan. Bunganya lebih tinggi dari jasa giro dan dapat diambil kapan saja.
  3. Investasi deposito. Memiliki bunga lebih besar dari investasi tabungan, namun harus disimpan dalam batas waktu tertentu sebagai syaratnya. Kalau dicairkan sebelum batas waktu, maka akan ada denda atau penalti.

Keuntungan dari investasi jangka pendek adalah pengembalian lebih cepat sehingga banyak investor memilih investasi ini untuk mempercepat perputaran uang. Juga diminati oleh para pekerja yang masih memiliki penghasilan belum tinggi, jadi investasi ini dipilih untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Sedangkan kekurang dari investasi ini adalah , rentan terhadap iflasi akibat dari valuasi yang tidak dapat bersaing dengan inflasi tahunan dan efek compounding dalam Investasi Jangka Pendek tidak signifikan.

Itulah sekilas tentang investasi jangka pendek, kira-kira jenis investasi mana yang akan kalian pilih? Kalian yang berminat di investasi jenis ini alasanannya apa bro/sis? Pengen liburan, buat menikah, dana pendidikan atau untuk DP rumah?

Sekian tulisan kami kali ini, pastikan kalian membagikannya di sosial media ya, dan terus ikuti tulisan kami yang lain berikutnya.

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.