Wisata Budaya Dramatis di Toraja

Wisata Budaya di Tana Toraja

Toraja, sebuah daerah di Sulawesi Selatan yang sudah tersohor namanya tidak hanya di kalangan pelancong nusantara tetapi juga mancanegara. Banyak orang yang terkagum dengan adat istiadat yang terus dijaga tanpa tergerus perkembangan zaman di Toraja. Berbagai media di dalam dan luar negeri juga sudah membuat ulasan tentang daerah ini. Alangkah baiknya Anda datang untuk menjadi saksi betapa hebatnya masyarakat Toraja yang mempertahankan tradisi leluhur mereka.

Banyak tempat yang bersejarah dan bertradisi dijadikan objek wisata yang tertata apik. Mengusung tema kematian maka para pengunjung akan diajak untuk berwisata ziarah yang menyenangkan. Kematian bukan sesuatu yang menyeramkan bagi masyarakat Toraja. Justru kematian dianggap sebagai keindahan yang harus dirayakan karena hanya sekali untuk setiap orang yang telah hidup di dunia. Masyarakat Toraja memukul rata tariff untuk setiap objek wisata Rp 10.000 yang sebagian besar berhubungan dengan kuburan. Beberapa objek wisata terbaik di Toraja akan dibahas pada artikel ini.

  1. Kete Kesu

Wisata ke Kete Kesu

@yonskm

Sebuah desa yang memegang teguh adat istiadat dan tradisi tradisional yang dijadikan objek wisata ini memiliki keunikan berupa jejeran tongkonan, alang (lumbung padi), dan kuburan tebing dengan tulang belulang manusia yang berserakan. Tongkonan adalah rumah adat tradisional khas Toraja yang atapnya berbentuk seperti perahu serta terbuat dari sabut. Di depan setiap tongkonan terdapat alang dan kepala kerbau sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan. Lokasi Kete Kesu sekitar 5 km dari Rantepao atau pusat kota Toraja. Untuk eksplorasi Toraja lebih baik memakai kendaraan pribadi atau rental mobil dan motor karena kendaraan umum hanya melewati daerah tertentu saja.  Jika penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang budaya Toraja maka masuklah ke dalam museum yang terletak di bawah tongkonan dan dikelola secara individu. Bayarlah retribusi seikhlasnya maka mereka akan bersemangat untuk menceritakan semua tentang kebudayaan Toraja.

Kepoin Yang Ini  Wisata Air Terjun Ponre Kab Bone Keren di 2018

Masyarakat Toraja memang berbeda karena mayat tidak dikubur di dalam tanah tetapi dikubur di dalam tebing. Setelah mengenal agama yakni agama Kristen protestan dan katolik, mereka tidak lagi menggantung peti di atas tebing tetapi peti hanya dimasukkan ke dalam tebing. Anda akan dibuat menganga dan takjub karena tulang belulang yang berserakan itu tidak memberikan aura seram sedikit pun. Jangan lupa untuk berfoto di berbagai spot karena semua sisi dari Kete Kesu ini sangat instagramable. Para penyuka shopping jangan sampai melewatkan momen berbelanja murah di sini. Banyak terdapat toko souvenir mulai dari kalung, gelang, kaos, dan kain khas Toraja. Toko makanan dan minuman ringan juga ada jadi para penyuka kopi tidak boleh lupa untuk membeli kopi Toraja yang nikmat dan memiliki keasaman yang tepat.

  1. Kompleks Megalit Bori Kalimbuang

Kompleks Megalit Bori Kalimbuang

@ahcichan35

Kompleks bersejarah di Toraja yang wajib dikunjungi adalah kompleks megalit Bori Kalimbuang atau yang dikenal dengan nama Bori Kalimbuang saja. Anda akan melihat banyak batu-batu besar peninggalan masa megalitikum yang tertata apik di area wisata ini. Kompleks ini benar-benar instagramable karena hampir semua spot layak untuk diabadikan. Sebelum masuk Anda harus melewati pos pembelian karcis. Setiap orang harus membayar sebesar Rp 10.000 dan tidak akan rugi sedikit pun. Konon tempat ini pada zaman dahulu dijadikan lokasi rambu solo pertama. Rambu solo adalah pesta kematian yang diadakan sebelum jenazah diantar ke tongkonan dan dikubur di tebing.

Lokasinya di pinggir jalan poros Toraja Utara sehingga tidak sulit untuk menuju tempat ini. Menhir-menhir atau batu besar memanjang di tempat ini dalam bahasa Toraja bernama Simbuang Batu. Menhir-menhir ini sengaja dibuat untuk menghormati pemuka adat atau keluarga bangsawan yang meninggal pada zaman dahulu. Batu-batu menhir ini sudah berumur ratusan tahun yang totalnya berjumlah 102 buah yang terdiri dari 54 menhir kecil, 24 berukuran sedang, dan 24 berukuran besar. Sebelum membangun menhir, masyarakat mengadakan upacara adat yang bernama Rapasan Sapurandanan dengan mempersembahkan 24 ekor kerbau. Semakin banyaknya kerbau melambangkan semakin tingginya derajat seseorang karena menhir yang dibuat juga semakin tinggi.

  1. Kuburan Batu Lemo

Wisata Kuburan Batu Lemo Toraja

@jabalnarzisco

Kematian menurut orang Toraja itu sebuah keindahan sehingga harus dirayakan sebelum jenazah menuju tempat peristirahatan abadi. Kuburan batu yang terkenal di Tana Toraja adalah Lemo. Letaknya di Desa Lemo dengan melewati jalan poros Rantepao – Makale maka Anda akan sampai di tempat ini dengan mudah. Sangat disarankan untuk menyewa mobil atau motor karena kendaraan umum cukup sulit ditemukan. Area ini sangat indah karena bukit dan persawahan hijau akan menyambut kedatangan Anda. Lemo dalam bahasa Toraja berarti jeruk ini memang kalau dilihat sekilas dari tempat tinggi berbentuk seperti jeruk. Area berupa deretan liang batu di dinding cadas ini diberi hiasan boneka-boneka yang menyerupai wajah para jenazah. Area pemakaman ini sudah berusia ratusan tahun yakni pada abad ke-16 masehi sudah dijadikan tempat pemakaman para kepala suku Toraja.

Kepoin Yang Ini  Kematian yang Memesona di Toraja

Boneka atau patung dengan wajah replika jenazah bernama Tau-Tau. Ada makna khusus yang dibawa oleh tau-tau ini yaitu posisi tangan kanan ke atas berarti berdoa atau meminta kepada Tuhan sedangkan posisi tangan kiri ke bawah berarti memberkati. Jenazah itu dinilai masih berhubungan erat dengan manusia yang masih hidup. Orang yang mati butuh bantuan dan belas kasih dari orang-orang yang masih hidup agar mencapai nirwana (puya) dengan mudah melalui upacara adat. Orang-orang yang masih hidup juga butuh berkat dari orang yang mati agar kehidupan mereka makmur dan sejahtera bersama anak cucu keturunannya. Anda akan ditawari oleh guide setempat untuk masuk ke dalam tebing batu agar bisa mengetahui lebih lanjut tentang cerita tradisi sambil menyusuri bukit yang indah melalui jalan setapak.

  1. Kuburan Batu Londa

Wisata Kuburan Tua Londa Toraja

@itapurnamasarisyaiful

Area selanjutnya yang sekilas mirip dengan Lemo adalah Londa. Londa sebenarnya lebih terkenal dari Lemo karena memang konsepnya sama yakni liang tebing dengan patung kayu manusia yang berpakaian warna warni di dinding tebing. Patung-patung kayu itu ibarat menyambut para pengunjung dari jendela rumah.  Kuburan Londa ini terletak di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi atau sekitar 7 km dari Rantepao pusat kota Toraja. Untuk menuju lokasi ini, Anda harus menuruni beberapa anak tangga. Jika penasaran ingin eksplorasi goa makam maka sewa petromaks seharga Rp 25.000 dari guide lokal. Untuk guide lokal itu tidak ada tarifnya jadi kita bisa membayar seikhlasnya sesuai dengan tingkat kepuasan kita terhadap penjelasan sang guide. Alam yang masih hijau dan asri ini membuat Anda betah berada di area ini. Jika masuk ke dalam goa makam barulah terasa mistis karena goa memang gelap dan bersuhu cukup dingin. Setelah keluar dari goa maka Anda akan merasa gembira lagi melihat pemandangan alam yang indah.

Kepoin Yang Ini  Eksotisme Bulukumba dengan Pantai Berpasir Putih

Sudah penasaran dengan Toraja? Segera datang langsung ke Toraja karena ada rasa tersendiri yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Selamat mengeksplorasi Toraja!

Tinggalkan komentarmu disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.